Sabtu, 17 Desember 2016

Mengapa Nabi diUtus ke Dunia sebagai Penyempurna Akhlak

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

Assalamuallaikum wr.wb.

Rasulullah Saw bersabda:

إنما بعثت لاتمم مكارم الأخلاق

“sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia"

     Dalam kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang Mengapa Nabi Muhammad SAW. Di Utus ke Dunia sebagai Penyempurna Akhlak. Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. yaitu agama Islam, merupakan agama yang sempurna untuk seluruh umat manusia sepanjang masa. Nabi Muhammad Saw. merupakan rasul akhir zaman. Sebagai rasul yang terakhir dan penutup para nabi, beliau diutus oleh Allah Swt. untuk seluruh umat manusia tanpa melihat asal suku dan bangsanya. Misi Nabi Muhammad Saw. antara lain membawa ajaran Islam, menyempurnakan akhlak manusia, memberi kabar gembira dan peringatan kepada umat manusia, dan menyampaikan ajaran dari Allah Swt. kepada umat manusia.

     Rasulullah saw diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan dan memperbaiki akhlak umat manusia, sekaligus sebagai contoh teladan yang baik. Hal ini, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21 : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

     Selain itu, Rasulullah saw bersabda,“Sesungguhnya aku diutus ke bumi hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak”. Keluhuran akhlak Nabi Muhammad saw tercermin di seluruh aspek kehidupan beliau. Kecintaan terhadap masyarakat yang dipimpinnya menunjukkan kasih sayang yang tulus. Ketika berdakwah beliau mendapat cemohan, hinaan, tantangan, ancaman, dan pemboikotan dari kaum Quraisy, namun beliau tidak marah. Nabi Muhammad tidak membenci bahkan mendoakan mereka agar diampuni oleh Allah SWT, berikut doa Nabi Muhammad Saw “ “Wahai Tuhanku ampunilah dosa-dosa kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui” (H.R. Muslim). Sungguh Mulia Nabi Besar kita Nabi Muhammad saw.

     Sekian penjelasan saya tentang Mengapa Nabi Muhammad diutus ke dunia sebagai Penyempurna akhlak. Jika ada kesalahan kata atau pengertian, mohon pembetulannya. Semoga Bermanfaat, syukron.

Wassalamuallaikum wr.wb.

Manusia Makhluk Otonom

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

Assalamuallaikum wr.wb.

     Dalam kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan tentang Manusia Makhluk Otonom. Sebagai makhluk otonom, manusia mempunyai kebebasan untuk menentukan sikap, dengan kata lain, ia adalah makhluk yang mandiri. Secara etimologi, Otonomi berasal dari bahasa Yunani “autos” yang artinya sendiri, dan “nomos” yang berarti hukum atau aturan, jadi pengertian otonomi adalah pengundangan sendiri. Otonom berarti berdiri sendiri atau mandiri. Jadi setiap orang memiliki hak dan kekuasaan menentukan arah tindakannya sendiri. Ia harus dapat menjadi tuan atas diri. Berbicara mengenai manusia bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana, karena manusia banyak memiliki keunikan.

     Keunikan tersebut dinyatakan sebagai kodrat manusia. Manusia sulit dipahami dan dimengerti secara menyeluruh tetapi manusia mempunyai banyak kekuatan-kekuatan spiritual yang mendorong seseorang mampu bekerja dan mengembangkan pribadinya secara mandiri. Arti otonom adalah mandiri dalam menentukan kehendaknya, menentukan sendiri setiap perbuatannya dalam pencapaian kehendaknya.

     Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk berpribadi, bersama-sama dengan orang lain, hidup di tengah-tengah alam dan sebagai makhluk yang diciptakan dan diasuh oleh Allah. Manusia sebagai makhluk pribadi mempunyai fungsi terhadap diri pribadinya, sebagai anggota masyarakat mempunyai fungsi terhadap masyarakat. Sebagai makhluk yang hidup di tengah-tengah alam berfungsi tehadap alam dan manusia sebagai makhluk yang diciptakan dan diasuh, berfungsi terhadap yang menciptakan dan yang mengasuhnya. Selain itu manusia sebagai makhluk pribadi terdiri dari kesatuan tiga unsur yakni perasaan, akal dan jasmani.

     Sekian penjelasan saya tentang Manusia Makhluk Otonom. Jika ada salah kata atau penjelasan, mohon pembetulannya. Semoga bermanfaat, syukron.

Wassalamuallaikum wr.wb.

Ibadah Ghairu Mahdhah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

Assalamuallaikum wr.wb.

     Dalam kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan tentang Ibadah Ghairu Mahdhah. Yang dimaksud ibadah ghairu mahdhah berarti mencakup semua perilaku manusia yang hubungannya dengan sesama manusia, yaitu dalam semua aspek kehidupan yang sesuai dengan ketentuan Allah swt, yang dilakukan dengan ikhlas untuk mendapat ridho Allah swt. Atau sering disebut sebagai ibadah umum atau muamalah, yaitu segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi oleh Allah baik berupa perkataan atau perbuatan, lahir maupun batin yang mencakup seluruh aspek kehidupan seperti aspek ekonomi, sosial, politik, budaya, seni dan pendidikan.

     Seperti qurban, pernikahan, jual beli, aqiqah, sadaqah, wakaf, warisan dan lain sebagainya.  Selain itu ibadah ghairu mahdhah adalah ibadah yang cara pelaksanaannya dapat direkayasa oleh manusia, artinya bentuknya dapat beragam dan mengikuti situasi dan kondisi, tetapi substansi ibadahnya tetap terjaga. Seperti perintah melaksanakan perdagangan dengan cara yang halal dan bersih.

Ibadah yang termasuk Ibadah Ghairu Mahdhah, adalah:
a.    I’tikaf
Berdiam di masjid untuk berdzikir kepada Allah.
b.    Wakaf
Wakaf menurut bahasa berarti menahan sedang menurut istilah wakaf ialah memberikan suatu benda atau harta yang kekal zatnya kepada suatu badan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
c.    Qurban
Qurban secara bahasa berarti dekat, sedang secara istilah adalah menyembelih hewan yang telah memenuhi syarat tertentu di dalam waktu tertentu yaitu bulan Dzulhijjah dengan niat ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah.
d.    Shadaqah
Shadaqah adalah memberikan sesuatu tanpa ada tukarannya karena mengharapkan pahala di akhirat.
e.    Aqiqah
Aqiqah dalam bahasa arab berarti rambut yang tumbuh di kepala anak/bayi. Istilah aqiqah kemudian dipergunakan untuk pengertian penyembelihan hewan sehubungan kelahiran bayi.
f.    Dzikir dan Do’a

الاصل فى الاشياء الاباحة حتى يدل الدليل على تحريمه

“Asal dari segala sesuatu itu Mubah, sampai ada dalil yang menunjukkan atas keharamannya.”

Namun perlu diperhatikan bahwa ibadah ghoiru mahdhoh ini jika dijadikan sebagai ibadah murni, maka bisa dinilai bid’ah seperti dikhususkan dengan cara dan dikerjakan pada waktu tertentu.
Seperti contohnya: Ziarah kubur sebelum masuk ramadhan. Ziarah kubur asalnya boleh kapan saja. Namun jika dikhususkan pada waktu semacam ini, barulah dinilai bid’ah.

     Begitu pula jabat tangan setelah shalat. Jabat tangannya asalnya boleh kapan saja, bahkan jabat tangan dapat menggugurkan dosa. Namun jika dikhususkan ketika selesai shalat, maka ini yang jadi masalah. Jadi tidak bisa dikatakan mubah.

     Sekian penjelasan saya tentang Ibadah Ghairu Mahdhah. Jika ada salah kata atau pengertian, mohon pembetulannya. Syukron.

Wassalamuallaikum wr.wb.

Manusia Makhluk Peneliti

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

Assalamuallaikum wr.wb.

    
     Dalam kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang "Manusia Makhluk Peneliti." Menurut kalian semua, apasih yang dimaksut dengan pokok pembahasan tersebut? Nah kali ini saya akan membahasnya dengen sepengetahuan saya. Manusia sudah melakukan penelitian sejak zaman dahulu. Karena penelitian sangatlah penting bagi ilmu pengetahuan dimuka bumi ini.

     Allah menurunkan wahyu pertama yaitu surah al-alaq ayat: 1-5. Dalam wahyu pertama tersebut Allah memerintahkan kita sebagai umat muslim untuk senantia menghabiskan waktu untuk membaca. Perintah Allah ini ketika kita melaksanakannya dengan penuh suka cita maka pasti banyak sekali manfaat yang akan di rasakan. Sayangnya, perintah Allah ini masih banyak manusia yang tidak melaksanakannya dengan baik. Sehingga kerugianlah yang akan di dapat.

     Semua penelitian sudah tercantum dalam kitab suci Al-Qur'an. Manusia banyak yang meneliti kitab suci Al-Qur'an untuk dapat mengetahui fenomena alam. Fakta ilmiah yang tertuang dalam Al-Qur’an dalam beberapa abad terakhir telah terbukti kebenarannya. Para ilmuan menemukan beberapa hasil penelitian yang ternyata telah tertulis dalam kitab suci umat muslim ini.

     Bagi umat muslim, Al-Qur’an dianggap sebagai penyempurna bagi kitab-kitab sebelumnya. Salah satu keajaiban al-Qur’an adalah terpeliharanya keaslian isi. Al-Qur’an tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan (14 abad yang lalu) hingga saat ini, dan bahkan mungkin sampai hari kiamat nanti.

     Sekian penjelasan saya tentang "Manusia Makhluk Peneliti." Jika ada salah kata atau pengertian, mohon pembetulannya. Syukron.

Wassalamuallaikum wr.wb.

    

    

Manusia Makhluk Belajar

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

Assalamuallaikum wr.wb.

     Dalam kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang "Manusia Makhluk Belajar." Menurut kalian, apasih maksud dari penjelasan tersebut? Nah saya akan menjelaskan nya. Manusia adalah makhluk yang dianugerahi akal pikiran. Manusia, karena memiliki akal pikiran, maka dalam pendidikan manusia dijuluki “Animal Educandum”, artinya manusia adalah makhluk yang dapat dididik. 

     Manusia terlahir sebagai makhluk yang suci sebagaimana sabda rasulullah SAW yang artinya“setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai yahudi atau nasrani atau majusi.”  Sebagai makhluk yang suci, kita harus senantiasa belajar menuntut ilmu agar mendapatkan banyak pengetahuan yang banyak dan bermanfaat.

     Ilmu merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan ini, setiap waktu manusia membutuhkan ilmu untuk menjalani hidupnya, sebagaimana perkataan Imam Ahmad Bin Hambal “Manusia sangat berhajat pada ilmu lebih daripada hajat mereka pada makanan dan minuman, karena manusia berhajat pada makanan dan minuman sehari sekali atau dua kali akan tetapi manusia berhajat pada ilmu sebanyak bilangan nafasnya”. 

     Akan tetapi ilmu yang bermanfaat dan paling penting adalah mempelajari al-Qur’an dan sunnah serta memahami makna kandungan keduanya dengan pemahaman para sahabat, tabi’in-tabi'in. Karena dengan ilmu kita bisa beribadah yang benar sehingga akan mengantarkan kita kepada surga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ

Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim).

      Oleh karena itu islam sangat menganjurkan kepada pemeluknya untuk senantiasa mencari ilmu bahkan bagi mereka yang giat mencari ilmu Allah SWT memberikan jaminan baginya, seperti diangkat derajatnya, dimudahkan baginya jalan menuju surga serta mendapatkan perlindungan selama mencari ilmu.
    

     Sekian penjelasan saya tentang "Manusia Makhluk Belajar." Semoga bermanfaat. Jika ada kesalahan kata atau penjelasan, mohon pembetulannya. Syukron.

Wassalamuallaikum wr.wb.

Manusia Makhluk Sosial


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Assalamuallaikum wr.wb.

     Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan tentang "Manusia Makhluk Sosial." Menurut kalian semua, apasih itu manusia makhluk sosial? Nah kali ini saya akan menjelas kan judul tersebut. Manusia adalah makhluk sosial, yang kehidupannya pasti membutuhkan orang lain. Tidak dapat hidup sendiri dan Manusia membutuhkan kebersamaan dalam kehidupannya. Semua itu adalah dalam rangka saling memberi dan saling mengambil manfaat. 

    
     Dan pengertian makhluk sosial adalah sebagai berikut, dalam kehidupan di dunia, setiap makhluk hidup memerlukan interaksi dan komunikasi satu sama lain, khususnya bagi umat manusia. Interaksi dan komunikasi ini sangat diperlukan karena manusia ditakdirkan menjadi makhluk sosial yang tak pernah lepas dari bantuan orang lain. Oleh karena manusia hidup sebagai mahkluk sosial itulah, disadari maupun tidak, manusia cenderung hidup berkelompok dengan tujuan yang sama, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan mereka masing-masing.

    
     Tidak mungkinlah manusia mampu hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Dalam contoh lain, saat kita telah tiada di dunia (meninggal), kitapun tentu saja membutuhkan bantuan orang lain untuk menguburkan jenazah kita.
Dari berbagai contoh diatas yang telah dipaparkan, sehingga kita disebutlah manusia sebagai makhluk sosial.

     Sebagai mana yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadist:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ-٧١-

Artinya:

Dan orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan, sebagian mereka menjadi para penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma’ruf, mencegah yang munkar, dan melaksanakan shalat secara berkesinambungan, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan dirahmati Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana {71}.[1]

مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد اذا اشتكي منه عضو تداعي له سائر الجسد بالحمى والسهر (رواه البخاري ومسلم عن النعمان بن بشير)

Artinya:

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, saling menyantuni dan saling membantu seperti satu jasad, apabila salah satu anggota menderita, seluruh anggota jasad itu merasakan demam dan tidak tidur.(riwayat Al Buchori dan Muslim dari Nu’man bin Basyir).

     Jadi kesimpulannya Manusia sebagai makhluk sosial adalah manusia yang senantiasa hidup dengan manusia lain. Dia tidak dapat merealisasikan potensi hanya dengan dirinya sendiri. Manusia akan membutuhkan manusia lain untuk hal tersebut, termasuk dalam mencukupi kebutuhannya. Manusia memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya demi kelangsungan hidup sejenisnya dengan bantuan manusia lain.

     Sekian penjelasan saya tentang "Manusia Makhluk Sosial." Semoga bermanfaat, jika ada salah kata atau pengertian, mohon pembetulannya. Syukron.

Wassalamuallaikum wr.wb.

    

Jumat, 16 Desember 2016

Berbisnis dengan Allah Swt

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

Assalamuallaikum wr.wb.

     Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang "Berbisnis dengan Allah Swt." Apakah anda semua tahu apa yang dimaksud dengan berbisnis dengan Allah Swt? ... Nah saya akan membahas tentang Berbisnis dengan Allah Swt. Berbisnis dengan Allah Swt adalah bisnis yang sangat menguntungkan.

     Bisnis yang luar biasa dahsyat, yang sudah digaransi Al-Qur’an pasti untung dunia akhirat (QS.As-Shaff 61:10). Karenanya, Anda sangat tepat untuk membaca, memahami, dan mengamalkan prospektus istimewa ini. Anda akan melihat kelembutan dan keindahan setiap penawaran-Nya. Anda akan merasakan keadilan dan keberkahan dalam setiap transaksinya. .

    Barang siapa yang berbisnis dengan Allah Swt, pasti jauh dari kebangkrutan serta terhindar dari segala siksaan yang Maha Pedih (QS.As-Shaff 61:11). Bukan hanya itu, mereka akan dihapuskan hutangnya, di masukan ke dalam surga-Nya, diberikan istana yang istimewa dan akan diberikan kemenangan yang nyata (QS.As-Shaff 61:12). Karena Allah SWT adalah Dzat yang sangat mampu menghadirkan semua Kekayaan, Keajaiban, Keindahan, Kenikmatan dan Keberkahan tanpa batas, baik di dunia ataupun di akhirat. 

     Jadi berbisnis dengan Allah Swt sangatlah menguntungkan bagi kita. Karena selain mendapatkan rezeki yang halal nan barokah, kita juga dapat mendekatkan diri kepada sang pencipta Allah Swt.Sekian penjelasan saya tentang Berbisnis dengan Allah Swt. Sekiranya Jika ada salah kata mohon pembetulannya. Syukron.

Wassalamuallaikum wr.wb.
    

Rabu, 14 Desember 2016

Manusia Makhluk Ibadat

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

Assalamuallaikum wr.wb.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [Adz-Dzaariyaat: 56-58]

     Dalam kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan tentang Manusia Makhluk Ibadat. Menurut kalian, apasih yang dimaksud dengan materi tersebut? Nah saya akan menjelas kan dengan sepengetahuan saya. Semua makhluk hidup dimuka Bumi ini, senantiasa selalu beribadah kepada sang pencipta, Allah Swt. Sebagaimana firman-Nya: “Wa maa kholaqtul jinna wal insa illa liya’buduun[i]” - Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. [QS 51 : 56].

     Meskipun merupakan tugas, akan tetapi pelaksanaan ibadah bukan untuk Allah: “Maa ‘uriydu minhum mir-rizkin wa maa uriydu an yuth’imuun[i]” - Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. [QS 51 : 57], karena Allah tidak memerlukan apa-apa. Ibadah pada dasarnya adalah untuk kebutuhan dan keutamaan manusia itu sendiri.

     Ibadah secara bahasa adalah tunduk atau merendahkan diri. Sedangkan secara istilah atau syara’, ibadah merupakan suatu ketaatan yang dilakukan dan dilaksanakan sesuai perintah-Nya, merendahkan diri kepada Allah SWT dengan kecintaan yang sangat tinggi dan mencakup atas segala apa yang Allah ridhai baik yang berupa ucapan atau perkataan maupun perbuatan yang dhahir ataupun bathin. Adapun ibadah terbagi tiga yaitu ibadah hati, ibadah lisan dan ibadah anggota badan atau perbuatan.

Secara umum, bentuk perintah beribadah kepada Allah dibagi dua, yaitu sebagai berikut:

1.    Ibadah Mahdhah  atau Ibadah Khusus
    
     Yang dimaksud dengan ibadah mahdhah adalah hubungan manusia dengan Tuhannya, yaitu hubungan yang akrab dan suci antara seorang muslim dengan Allah SWT yang bersifat ritual (peribadatan), Ibadah mahdhah merupakan manifestasi dari rukun islam yang lima. Atau juga sering disebut ibadah yang langsung.  Selain itu juga ibadah mahdhah adalah ibadah yang perintah dan larangannya sudah jelas secara zahir dan tidak memerlukan penambahan atau pengurangan.

2.    Ibadah Ghairu Mahdhah

     Yang dimaksud ibadah ghairu mahdhah berarti mencakup semua perilaku manusia yang hubungannya dengan sesama manusia, yaitu dalam semua aspek kehidupan yang sesuai dengan ketentuan Allah swt, yang dilakukan dengan ikhlas untuk mendapat ridho Allah swt. Atau sering disebut sebagai ibadah umum atau muamalah, yaitu segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi oleh Allah baik berupa perkataan atau perbuatan, lahir maupun batin yang mencakup seluruh aspek kehidupan seperti aspek ekonomi, sosial, politik, budaya, seni dan pendidikan. Seperti qurban, pernikahan, jual beli, aqiqah, sadaqah, wakaf, warisan dan lain sebagainya.  Selain itu ibadah ghairu mahdhah adalah ibadah yang cara pelaksanaannya dapat direkayasa oleh manusia, artinya bentuknya dapat beragam dan mengikuti situasi dan kondisi, tetapi substansi ibadahnya tetap terjaga. Seperti perintah melaksanakan perdagangan dengan cara yang halal dan bersih.

     Sekian penjelasan saya tentang Manusia Makhluk Ibadat. Jika ada salah kata atau pengertian, mohon pembetulannya. Syukron.

Wassalamuallaikum wr.wb.

    

Sunnatullah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

Assalamuallaikum wr.wb.

     SUNNATULLAH adalah ketetapan atau ketentuan Allah Swt. atas seluruh makhluk-Nya. Dalam Islam, berdasarkan sifatnya, ketentuan Allah Swt. ini terbagi dua. Yaitu:
-Pertama: ketentuan yang bersifat kauni.
Ketentuan ini berlaku umum bagi seluruh makhluk di alam ini tanpa kecuali dan tidak ada yang dapat menghindarinya. Pada ketentuan ini, seluruh makhluk yang ada di langit dan di bumi diharuskan tunduk dan patuh kepada Allah Swt. dengan sukarela atau terpaksa.

-Kedua: ketentuan yang bersifat syar’i. Ketentuan ini disebut juga syariat atau hukum Islam. Ketentuan ini diturunkan Allah Swt. melalui para rasul untuk manusia. Yang mematuhi ketentuan ini disebut muslim, sementara yang mengingkarinya disebut kafir.

     Baik ketentuan kauni maupun syar’i, keduanya diberlakukan di alam ini demi keselarasan dan keharmonisan setiap makhluk. Oleh karena itu, setiap manusia diwajibkan memenuhi ketentuan syar’i agar perilakunya terjaga dan sejalan dengan ketentuan kauni sehingga terwujud keselarasan alam semesta.

"Sebagai suatu SUNNATULLAH yang telah berlaku sejak dahulu,kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi SUNNATULLAH itu."
QS. Al Fat-h 48:23 )

"Sesungguhnya telah berlalu SUNNATULLAH terhadap orang- orang dahulu."
( QS. Al Hijr 15:13 )

     Secara amat sederhana, sunnatullah dapat diartikan sebagai hukum sebab akibat. Saat seseorang mampu memenuhi sebab-sebab tertentu maka dia bisa mengharapkan suatu akibat yang akan terjadi. Dia memberlakukan hukum ini kepada semua makhlukNya, tak memandang patuh atau durhaka.

     Demikianlah Allah Swt telah menetapkan Sunnatullah secara pasti dan Adil. Seluruh hukum-hukum alam dan kehidupan itu lantas disebarkan oleh Allah Swt dalam bentuk Realitas dan Persepsi. Realitas terhampar disekeliling kita, sedangkan persepsi hanya di simpulkan oleh akal kecerdasan manusia.

     Sekian penjelasan saya tentang sunnatullah. Jika ada kesalahan dalam pengertian, mohon pembetulannya. Syukron.

Wassalamuallaikum wr.wb.

Kebenaran dan Kebetulan

                                                                              
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

Assalamuallaikum wr.wb.

     Sebagai manusia yang beriman kepada Allah SWT, hendaklah kita bisa membedakan pengertian dari kebenaran serta Kebetulan. Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa kebenaran dan kebetulan memiliki pengertian yang sama. Namun, perlu diketahui bahwa sebenarnya Kebenaran dan Kebetulan memiliki pengertian yang sama. Kebenaran bersifat mutlak yang datangnya dari Allah SWT, sedangkan kebetulan bersifat sementara.  

     Kebenaran sudah ada atau memang sudah ditetapkan oleh Allah SWT dan kebenaran itu memang benar-benar nyata, karena kebenaran itu sendiri sudah Allah SWT yang menetapkan dan kebenaran ini tidak dapat ditanbah atau di rubah aslinya. Dan kebetulan merupakan sesuatu hal yang terjadi tanpa kita ketahui sebelumnya bahwa itu akan terjadi dan sama dengan apa yang kita inginkan.

     Sekian penjelasan saya tentang Kebenaran dan Kebetulan. Jika ada salah kata atau pengertian, mohon pembetulannya. Syukron.

Wassalamuallaikum wr.wb.